Tausiah Keagamaan-Akhlak yang Mulia: Turut Berduka (2) Pengertiannya

BAGIKAN:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter

Ada sekian banyak macam kekurangan dan kelemahan yang dialami oleh seseorang dalam kehidupan, yang secara garis besarnya dapat dibagi atas dua kelompok besar, yaitu kekurangan dan kelemahan yang bersifat materi, dan kekurangan dan kelemahan yang bersifat non-materi. Solusi untuk mentasania juga ada dua, yaitu solusi yang bersifat materi dan solusi yang bersifat non-materi.

Seseorang harus turut serta dalam mengatasi kekurangan dan kelemahan saudaranya yang lain dengan memberikan bantuan dana uluran tangan untuk itu. Ibn al-Qayyim, seperti yang dikutip Mahmud al-Mishri, mengatakan bahwa ada 6 kategori turut berduka cita seseorang kepada sesamanya, yaitu:

  1. Turut berduka cita dengan materi, yaitu suatu barang kepada orang yang sedang berduka, seperti dalam bentuk uang, beras, atau bentuk lainnya
  2. Turut berduka cita dengan jabatan, yaitu menggunakan kedudukan dan jabatan untuk memberi bantuan kepada orang lain.
  3. Turut berduka cita dengan memberikan bantuan dan pelayanan sebagai jasa terhadap orang lain yang sedang mengalami musibah.
  4. Turut berduka cita dengan memberikan nasihat dan petunjuk, yaitu arahan atau pandangan yang diberikan kepada orang yang sedang mengalami musibah.
  5. Turut berduka cita dengan mendoakan dan memohonkan ampun, seperti pernyataan ikut berduka, berbelasungkawa, memohonkan ampun atas dosa orang sedang mengalami musibah.
  6. Turut berduka cita dengan merasakan kesusahan yang dialami orang lain, yaitu ikut prihatin, merasakan kesulitan atau kesusahan seperti yang dialamai oleh orang yang sedang mendapat musibah.

 

Ahmad Thib Raya

Jakarta, 1 April 2021